Siapa bilang apa ??? Tanya saja ke siapa yang tau apa dan dimana ???

 

Jumat, 28 November 2008

Software Teranyar


Senin, 24 November 2008

Mayapala Fun Rafting



23 November 2008, baru saja di selenggarakan sebuah acara yang bertajuk Mayapala Fun Rafting 2008 bertemakan "Find Your Adrenaline rush with us". Yang di laksanakan di Sungai Ello - Magelang. Acara ini merupakan salah satu dari program kepengurusan 2008-2009 Mayapala STMIK "AMIKOM".



Dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang, tapi masih sangat disayangkan, sekian banyak mahasiswa di STMIK AMIKOM hanya sedikit yang mendaftar, tidak lebih dari 20 orang. Kok bisa ada 45 orang??? yang jelas masih banyak penggemar arung jeram (rafting) diluaran kampus AMIKOM, sehingga tercapailah angka 45 tersebut, walaupun panitia menetapkan kuota maksimal adalah 30 orang sebelumnya. Dengan mengeluarkan 10 buah perahu sewaan (maklum MAYAPALA "belum" punya Perahu) akhirnya hari Minggu pengarungan pun dimulai.

23 November 2008, Jam 07.00 Waktu Mayapala peserta sudah mulai kumpul di kampus untuk siap-siap berangkat "ngarung". Akhirnya setelah menunggu lebih kurang 1 setengah jam, peserta dan juga panitia berangkat menuju base camp di Magelang, menggunakan Bus sewaan (maklum Mayapala "belum" punya Bus). Sebelumnya peserta di sambut dengan upacara pelepasan kecil-kecilan yang disiapkan oleh panitia. Perjalanan Yogyakarta - Magelang hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam.


Sesampainya di base camp, peserta disambut oleh panitia yang sudah berangkat duluan. Kemudian mereka di hadapkan pada materi sedikit tentang rafting, yang dibawakan oleh saudara "Botol" (botol itu nama orang lho bukan botol beneran) dengan lagak nya yang penuh dengan canda dan tawa, yah sambil nunggu ngarungnya, berhubung di basecamp harus menunggu lagi sekitar 3 jam buat giliran pemakaian perahu.

Akhirnya jam 13.30 waktu Mayapala, peserta mulai menuju garis start dengan menggunakan 5 buah mobil pick up. Sesampainya di garis start mereka sudah tidak sabaran untuk ngarung walaupun saat itu gerimis turun. Satu-persatu perahu mulai meluncur dari garis start. Dengan penuh antusias peserta kita mendayung.

Gak nyampe 2 jam mereka udah sampai di rest area, di sana mereka disuguhi snake ga ding snack, buat ganjal perut. Walaupun wajah mereka terlihat lelah tapi, semangat mereka ga pernah lelah, baru makan 1 kue udah pengen ngarung lagi. Berhubung panitia baik, maka lanjut lagi.

Akhirnya Jam 17.30 Waktu Mayapala, perahu terakhir sampai di finish, dan kita pun pulang ke basecamp. Sesampainya di basecamp ternyata semua kamar mandi sudah penuh. Akhirnya beberapa peserta dan semua panitia ada yang tidak kebagian mandi.

Jam 19.00, peserta mulai dipulangkan ke "AMIKOM" pake bus yang tadi.


Bagi teman-teman yang ingin mendownload foto Mayapala Fun Rafting, silakan klick di sini

Label:


Kamis, 13 November 2008

Pelaku Bom Bali Amrozi dkk. Dieksekusi

Amrozi bin Nurhasyim, di tengah,
dikawal saat menuju ruang sidang di tahun 2003.


Pihak Kejaksaan Agung melalui Kapuspenkum M. Jasman Panjaitan menyatakan, tiga terpidana mati bom Bali telah dieksekusi dengan cara ditembak.

Amrozi, kakaknya Mukhlas alias Ali Ghufron, dan pemimpin kelompok Imam Samudra alias Abdul Azis, yang terbukti bertanggung jawab dalam serangan bom yang menewaskan setidaknya 202 orang di Bali tersebut, dinyatakan tewas dengan luka tembak di bagian jantung, demikian hasil otopsi tim dokter forensik Polda Jawa Tengah.



Sumber di LP Batu Nusakambangan menyebutkan, terpidana mati menyerukan “Allahu Akbar” ketika dibawa dari sel isolasi oleh anggota Gegana menuju mobil. Mobil tersebut kemudian melaju ke sebuah tempat yang Nirbaya. Nirbaya adalah bekas lembaga pemasyarakatan peninggalan Belanda yang dijadikan tempat eksekusi bagi para terpidana mati.

Menjelang eksekusi terpidana mati Bom Bali, pihak keamanan meningkatkan kewaspadaannya, untuk mengantisipasi kemungkinan serangan yang dilakukan akibat kemarahan simpatisan Amrozi dkk. Sejumlah lokasi sensitif seperti kedutaan negara asing, pusat wisata, pertokoan dan pelabuhan dijaga ketat. Di pulau Bali, sekitar 3500 anggota kepolisian berjaga-jaga di setiap sudut jalan.

Australia, saat ini kembali menyerukan warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya ke Indonesia. Sementara itu Amerika Serikat, yang tujuh warganya juga menjadi korban Bom Bali, memperingatkan warganya yang berada di Indonesia untuk tidak bertindak menarik perhatian dan menghindari lokasi aksi demonstrasi.

Keluarga Amrozi dan Mukhlas alias Ali Ghufron di desa Tenggulun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sudah mendapat kepastian soal eksekusi. Dikabarkan, jenazah akan dibawa dari Nusakambangan ke Lamongan dengan helikopter. Keluarga terpidana menyatakan telah menyiapkan penjemputan jenazah. Diperkirakan, jenazah Amrozi dan Mukhlas tiba di Tenggulun pukul 4 WIB. Sementara itu keluarga Imam Samudera alias Abdul Aziz di Serang, Jawa Barat, belum berani memastikan eksekusi sudah dilakukan di Nusakambangan.

Abu Bakar Baasyir, hari Sabtu kemarin (08/11), sempat mengunjungi keluarga Amrozi dan Mukhlas di Lamongan. Baasyir menyebut para pelaku bom sebagai “pejuang suci”.

Setelah bom Bali meledak di tahun 2002, Indonesia dalam tiga tahun berturut-turut berikutnya menjadi sasaran serangan serupa, seperti bom JW Marriott Hotel di Jakarta tahun 2003, bom di depan kedutaan besar Australia di tahun 2003, dan bom Bali II di tahun 2005.

Ekstremis Malaysia Noordin Mohammad Top, yang diduga sebagai dalang bom Bali dan serangan bom lainnya di Indonesia, masih buron.

Label:


Minggu, 20 Januari 2008

Gallery

Women Listen to music



View DIV with id="mydiv" on the page



Label: